Minggu, 06 Januari 2013

SHORT STORY : WAIT FOR ME AT THE LIMIT OF THE TIME


That night was Saturday night. Unusual, she felt lonely. All of her friends in rent house were going home. She opened her laptop to killed the time.
“Hmm… what movies that I haven’t watch?” she said to herself.
“They have been watched by me. I don’t have new movie, huft…”
She laid down in her bed then she looked at the novel ‘5 cm.’ which had been read by her for three times. Then she took her mobile phone. She looked to the screen, no message.
“Hmm… no message, no movie, no friend. Aah… I’m bored out of my skull. How a pity I am.”
She got up and opened the cupboard. She took the small box and then put out all things that in. At the bottom is a photograph that mountain background. There stood the young man who showing the mountain as background. She looked at the photograph so long. Her teardrop fell while she was closing her eyes.
“I miss you. I am sick for your care, June. I want to see you soon at the reunion.” She said quietly.
She took it again on the small box then she turned on the radio. She leaned to the wall and closed her eyes. She imagined figure of June who came in every her dreams.
June is her friend, childhood friend. They have been good friends each other. When Elementary School until Junior High School he was always her classmate. They did the homework together in her house or his house. June always took her in his group. If he forgot about his homework, he often asked her to help him. She understood about his duty that busy as The Leader of their school.
He often told about his girlfriends to her. That it made her dislike, It was not she felt jealous but because he was playboy. Moreover then she hasn’t feel as what her feel to June right now.
After they graduated from Junior High School, they were apart. They took Senior High School and University that different city. They rarely met. If they met just say hallo, not closed as before.
She’s never relationship with other man. She will always wait him.
“I hope that one day you will see.”
*** 

At the reunion at Dwi’s house. Met and chatted with old friends really exciting. They asked around about go for days, joked and laughed.
Suddenly Desi said, “Who will follow me to get marry?”
“Calm down, I have fiancĂ©. Just wait the invitation card. Hahaha…” Tina joked.
“I heard, you will get marry Clara, right?” asked Fauzi.
“Yap, six month again. Please, would you like to coming at our wedding.”
“Congratulations!” said May.
“So, how about you May? I never see you with someone special.” Yoga said.
And all eyes were on her for waiting an answer. Her cheeks were blush and she replied with a smile.
“Hmm…still wait someone who the best of best.”
Then she glanced to June who was drinking carrot juice.
“I hope that’s you.” Said to herself.
“And how about you, our king of playboy?” Dwi look at June then follow by other.
June choked up, “Me?”
“Did you know guys? He has realized. He hasn’t girlfriend right now. Hehehe…” Fauzi defended him.
“Really? How could?” Dwi was not sure.
“Somebody realized me. I tired of hunting, guys.” Answered June.
“Alhamdulillah, the playboy in the world has one less.” Lina said.
"Hahahaha...." all of us laughed.
“By the way, who is someone that make you to realize, June?” Sharly asked curious.
“Somebody that has long stay in my heart.” He smiled.
“Who?” May asked.
June just grinned and winked his right eye.
*** 

Next day, when she would back to the city that she has studying. By chance, June showed up with his motorcycle.
“Hi, May. Will back to your city?”
“Ooh yes…”
“Will you go together to the intersection way? I’ll also back to my city.”
“With pleasure.”
She could not believe that she was with him again. She hopes their way would long.
“June, I heard from your grandma you will go abroad.” She began talking.
“Yap, next month. I get a scholarship from Germany.”
“Great.”
They were silent for a moment.
“May, you changed a lot.”
“You too, now you’re more pious.”
“Because of you.”
“Pardon…?”
“We have arrived.”
So fast. He turned his motorcycle. Before leaving he turned around and said quietly.
“Thank you for loving me.”
“Pardon me?”
“I can see it in your eyes.”
She shocked what that she heard.
“Wait for me at the limit of the time. Will you?”
“What?”
He just gave his sweetest smile and looked her gently. He was getting on her nerves. They stared at each other and she could see the sincerity in his eyes.
She smiled widely, "I will."
They cut and dry. Then he sped his motorcycle. She took a look at his back until disappeared.

***  ***
by Aam Karnamah

Love story

Dongeng : Pangeran Bahagia

Guys, kali ini aku akan share tentang sebuah kesetian yang patut untuk disimak. Sebuah kesetiaan yang mengingatkan aku akan kisah Hachiko, seekor anjing yang setia pada tuannya. Hayoo...siapa yang dah nonton filmnya?! Cool banget kan?! Nonton film itu, sampe nangis masal guys. Hehehe...waktu itu nonton rame-rame sih sama teman satu kelas di campus. But ga enaknya nih, habis nonton film itu kami dikasih pertanyaan dan buat summary-nya coz kan nonton film itu disuruh ama dosen writing. Tapi sumpah tuh film bagusssssss pisan.
Nah, kali ini pun dapat tugas dari dosen lagi, harus men-translate sebuah dongeng klasik yang berjudul 'The Happy Prince' yang ditulis oleh seorang Sastrawan Legendaris, Oscar Wilde. Dalam dongeng ini berkisah tentang sebuah patung yang bernama Pangeran Bahagia yang mempunyai kurir yang setia yaitu burung Walet mungil. Dalam dongeng ini juga selain mendapatkan hikmah tentang kesetian, kita dapat belajar tentang berbagi itu indah. Dan diakhir cerita juga kita dapat memetik hikmah bagaimana ketamakan orang-orang besar.

The Happy Prince and little Swallow
The Happy Prince
Oscar Wilde

Ok lah daripada banyak cingcong, kita langsung aja ya simak and read cerita lengkapnya yang telah aku translate dibawah ini. Check it out....!!!
Untuk baca text versi english-nya, silahkan klik disini.


Minggu, 23 Desember 2012

Naik Kereta Api sampe Gunung Merapi (Bag.II Business Class)


Ok guys, mari kita berjalan-jalan dengan naik kereta lagi. Tuttt…tutt….tuttt….
Kali ini giliran Business Class yang membawaku meninggalkan Jawa Barat. Waktu itu, aku sedang liburan habis UAS so berkunjunglah aku ke rumah teman di Klaten. Awalnya bingung kesana mau naik apa ya..?! Setelah aku kabari hajatku kepada Mba Nur, temanku itu lalu beliau menyarankan aku untuk naik train aja biar ga terlalu jauh jemputnya dari rumah beliau dan suami. Then browsing la aku ke situs resmi Kereta Api Indonesia dan mencari jam keberangkatan serta tarif KA dengan tujuan Klaten. Dalam situs tersebut, KA yang tersedia adalah Executive dan Business Class. So, aku choose la KA Business Class bersama Kereta Api Senja Utama Solo yang beroperasi dari Stasiun Pasar Senen – Solo Balapan.
KA Senja Utama Solo
gambar diambil dari mbah Google
Aku berangkat dari kosan ke Stasiun Perujakan Cirebon setelah solat Isya padahal my train baru akan berangkat  11.55 PM lebih baik nunggu di Stasiun aja la pikirku daripada nanti berangkat jam 10-an parno juga kan cewek sendirian naek angkot malem-malem, Jum’at Kliwon pula cin (ihhhh atutttt….). Awalnya aku kagak tahu kalau malam tu malam Jum’at Kliwon, taunya saat aku ngobrol dengan seorang ibu yang lagi nunggu train juga tapi beliau mau ke Jakarta, berlawanan arah dengan ku.
Akhirnya, my train datang tepat waktu maka masuk la aku ke platform dimana aku akan duduk yang membawaku ke Klaten. Cari…cari.. ketemu juga, disitu ada mba-mba yang lagi tidur dengan halus aku bangunkan dia coz my seat dipakenya juga (bagi-bagi dong mba). Selama perjalanan dari Cirebon-Klaten para pedagang asongan tak henti-hentinya menjajalkan barang dagangannya, mulaidari kopi, susu, pop mie, nasi pecel, tahu, krupuk, aqua, waahhh pokoknya banyak deh perut lapar ga perlu khawatir banyak pilihan kalau soal harga kagak mahal-mahal amat kok. Berbeda dengan pengalamanku waktu naik KA Executive Class, ber-AC juga sih. Dalam hati aku berkata kelas bisnis aja kayak gini apalagi ekonomi. O ya tapi waktu naik KA tersebut kagak ada pemeriksaan ticket, I don’t know why?
Sampai juga di Stasiun Klaten yang ga terlalu besar namun molor dari jadwal. Lalu aku dijemput oleh suaminya Mba Nur dengan motornya, lumayan jauh juga jarak antara Stasiun sampai rumah Mba Nur. Oleh mereka aku ajak jalan-jalan ke Desa Sidorejo, Klaten sebuah desa yang terkena letusan gunung merapi pada tahun 2010 lalu. Aku dan Mba Nur dibonceng oleh suami Mba Nur dengan motornya super, hehehe. Kekuatan tu motor boleh juga dengan medan yang menanjak. Dan hari berikutnya aku diajak ke rumah orang tuanya Mba Nur di daerah Kaliurang, Yogyakarta. Kali ini Mba-nya Mba Nur yang menjadi my guide jalan ke Taman Nasional Gunung Merapi, Keraton, Malioboro sampai ngerampok salak pondok di kebun teman beliau (sebenarnya beli Rp 20.000 tapi dapetnya setengah karung gede, belum yang dimakan langsung hahaha mantapppp deh kenyang pula). Thanks ya Mba Nur and family, sampe-sampe dikasih ongkos buat pulang (tau aja kantong mahasiswa hehehe...)
BTW, kok ceritanya kok jadi melebar ya…?! Hehehe….. ok la kalau begitu to be continue dulu ya sob….
Motor suami Mba Nur
gambar diambil menggunakan HP Nokia 6730c

Tugu Desa Sidorejo, Klaten
gambar diambil menggunakan Pocket Camera Sony W530
Taman Nasional Gunung Merapi
gambar diambil menggunakan Pocket Camera Sony W530

Gunung Merapi
gambar diambil mengunakan Pocket Camera Sony W530
Narsis-narsis ria dulu sob
Baca juga : Naik Kereta Api, tutttt...tuttt...tuutttt... (Bag. I Executive Class), Naik Kereta Api to Kediri (Bag.III Economy Class)

Sabtu, 22 Desember 2012

Makalah/Paper tentang 'Tenses in English'

Kali ini aku mau share perihal Tenses dalam bahasa Inggris. Nah kebetulan waktu itu aku dikasih tugas buat Paper tentang Tenses. Sobat bisa baca or download file PDF-nya secara free dibawah ini. check it out, mangga....!!!!!!! Mohon Maaf bila dalam paper tersebut banyak kekurangan, maklum masih belajar. ;-)
Paper Structure

Kamis, 20 Desember 2012

Naik Kereta Api, tutttt...tuttt...tuutttt... (Bag. I Executive Class)

Siapa hendak turut naik Kereta Api.....tutttt...tuttt.....tuttt... Ayo ngaku siapa yang belum pernah naik Kereta Api...?!! ;-)
Ok kali ini I'll share my experience saat naik Kereta Api (KA), ga terlalu mengesankan sih tapi cukup la buat referensi kalau-kalau sobat mau naik KA. My first time naik KA terjadi ketika awal 2010 waktu itu naik KA Argo Gede dari Stasiun Bandung Besar ke Bekasi. Hmmm keren amat ya naik KA Argo yang executive ntu, taunya ni sobat aku tuh salah beli tiket. Jadi begini ceritanya, aku kan mau medical checkup untuk keperluan kerja ke luar negeri nah oleh Mba Lela, Agent PT. SMU cabang Bandung, aku disuruh pergi sendiri karna beliau lagi kurang sehat so beliau tidak dapat mengantar diriku yang baru pertama kali and kagak tau apa-apa. Aku cuma dikasih tahu nanti naik KA ke Bekasi yang berangkat pukul 06.00 pagi dan nanti dijemput oleh seseorang dari kantor pusat trus aku dikasih buat ongkos Rp 50.000. Maka berangkatlah aku ke Stasiun Bandung diantar teman yang juga lagi numpang tidur di kosannya Mba Lela, brrrrrr.... dinginnya Bandung di waktu subuh menembus kulitku dijok belakang motor. Di loket tiket aku ngomong ke bagian ticketing seperti yang Mba Lela ajarin "KA ke Bekasi yang berangkat pukul 06.00 ya..." lalu dikasih la aku tiket KA Argo Gede seharga Rp 50.000, dalam hati aku berkata ‘kok Mba Lela cuma ngasih aku ongkos sejalan aja sih?’
KA Argo Gede
gambar diambil dari mbah Google

Tak lama menunggu, masuk la aku to my platform dengan dipandu oleh petugas perempuan who beautiful, pramugarinya KA kali ya…! Dan saat kaki menginjak platform for first time, waduuuhhh mani hebring nya. Namanya juga pertama kali dan sendirian pula, aku langsung aja duduk dikursi dekat pintu masuk yang berdekatan sama jendela kagak ada acara liat my number seat (ndeso ya makanya liat tu loe punya tiket…hihihi…). Trus aku liat orang-orang yang baru masuk pada liat tiketnya masing-masing dan mencari tempat duduknya dengan menyamakan nomer yang ada ditiket dan diatas dekat penyimpanan bag. Ooooo…(buleud, lonjong ding) sesuai yang ada ditiket toh tempat duduknya kirain kayak di bus langsung duduk aja gitu, pikirku dengan innocence-nya (gubraggg.. dah dibilangin dari tadi liat tiketnya buuu, ndeso…ndeso….). Then aku berdiri sambil liat tiket dan memcari tempat dudukku, untung orang yang duduk di kursi depan tu belum datang kalau udah tengsin dong, hahaha….. Dan my seat ada dibelakang dan paling belakang, huhuhu…kagak dekat jendela la pula.
Dinginnya AC membuat perutku tambah hungry aja nih maklum belum breakfast, ga bawa minum pula dan yang ada cuma premen tolak angin aja, lumayan la buat penghangat badan. Pasti sobat nanya ‘kenapa ga beli makanan di KA aja?’, halloooo executive maaaa maahaaalll jatah dua kali aku makan, aku kan orangnya hemat serious hemat (hemat sama pelit beda tipis lhoooo…hihihi…). Untungnya, rasa laparku terobati dengan pemandangan yang indah diluar sana, coba teman dudukku orang handsome nan muda beuuuuhhhh mantap kaliiii but malah ibu-ibu yang turun di Gambir dan melanjutkan perjalananya ke Pontianak via plane. O ya, dalam perjalanan kami melewati terowongan peninggalan Belanda di daerah antara Padalarang-Purwakarta yang konon katanya terowongan tersebut menyimpan cerita mistis lalu jembatan yang pemandangan dibawahnya masyaAllah beautifulllll pisan. Pokoknya sepanjang perjalanan mata ini dimanjakan oleh alam Indonesia, tebing yang curam, sawah, hutan, kebun teh, wahhh…subhanallah banget deh. Hingga 2 jam perjalanan tuh kagak terasa, swear.
Jauh sebelum sampai di Stasiun Bekasi, aku bilang sama si ibu ‘bu, tolong kasih tau ya kalau sudah sampe Stasiun Bekasi soalnya takut ketiduran dan kelewat’ padahal alibi tuh sebenernya kagak tau. Untungnya, ada pemberitahuan sesaat sebelum sampe di Stasiun Bekasi dari suara merdu petugas ‘para penumpang, sebentar lagi kita akan tiba di Stasiun Bekasi. Bagi yang akan turun harap mempersiapkan diri Anda, pastikan bawaan Anda tidak tertinggal. Terima kasih.’ Alhamdulillah si Argo Gede menurunkan aku di Bekasi dengan selamat dan tepat waktu, lalu melanjutkan perjalananya ke Stasiun Gambir, Jakarta.  
Dan my second experience naik KA juga kulalui bersama KA Argo Gede to Bekasi lagi, kali ini kagak sendirian tapi bersama empat teman dari Bandung plus Mba Lela. Tadinya sih mau naik KA Ekonomi tapi adanya untuk pemberangkatan sore. Hahhh… masa sih harus nunggu selama itu dari pagi sampe sore, no way! Jadi la kita pilih executive class bersama Argo Gede. Waktu dikereta ngobrol-ngobrol la aku dengan Teh Wiwin. Waktu dia bersama yang lain pergi medical checkup mah naik Economy Class kagak kebagian duduk pula, baru duduk sebentar eeehh malah dah nyampe. Trus aku Tanya deh ‘berapa sih kalau naik yang ekonomi?’, lalu beliau jawab ‘Rp 25.000’. Oooo jadi waktu ntu Mba Lela ngasih ongkos ke aku untuk PP, gubraggg……


Baca juga : Naik Kereta Api sampe Gunung Merapi (Bag.II Business Class), Naik Kereta Api to Kediri (Bag.III Economy Class)

Jumat, 31 Agustus 2012

Tempe Ayam Saus Pecel

Hari ini kita masak Tempe Ayam saus Pecel yooo sobat, ini dia bahan-bahannya....!!!

Bahan :
  • ¼ Kg dada ayam
  • 1 papan tempe, potong dadu atau panjang (sesuai selera)
  • 1 bungkus merica bubuk
  • 1 sdt garam
  • 2 siung garlic, cincang halus
  • 3 siung onion, iris
  • 1 bungkus bumbu pecel siap pake, larutkan dalam air hangat
  • ½ bungkus penyedap rasa ayam
  • gula secukupnya
  • 1 buah cabai merah dan tomat, untuk penghias
 Cara Membuat :

  • Cuci terlebih dahulu dada ayam lalu rebus selama 5 menit dan tambahkan merica dan garam, setelah ditiriskan potong kecil-kecil.
  • Goreng potongan tempe hingga agak kekuningan.
  • Diwajan yang berbeda tumis onion dan garlic hingga harum.
  • Masukan potongan ayam kemudian masukan tempe, aduk rata.
  • Masukan bumbu pecel, aduk tambahkan penyedap rasa dan gula.
  • Angkat dan sajikan, biar tambah cantik tambahkan potongan cabai merah dan tomat    
 Selamat mencoba dan semoga bermanfaat.....!! ;-)

Surat Resign Kerja dalam Beberapa Bahasa (Bahasa Melayu, Malaysia, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)

Hey... (hey tayo...) :-D Well, kali ini saya akan share mengenai contoh surat resign atau surat pengunduran diri dari pekerjaan. Karena say...