Selasa, 24 Oktober 2017

Trip Semarang-Solo saat Idul Adha (Part II)

Menghabiskan Waktu di Kota Solo

Waaaah sobat maaf lama banget ya jeda cerita Trip Semarang-Solo saat Idul Adha dari Part I ke Part II nya. Maaf ya, karena akhir-akhir ini sibuk banget, alahh sok sibuk, hehehe...
OK, lanjut certita yang tripnya.

1st Day in Solo
Jadi, hampir jam dua belas siang kami sampai di Kota Solo. Yeeeaa di Stasiun Balapan~~ *sambil nyanyi, ga sempat photo-photo di bagian dalamnya Stasiun Balapan karena udah pengen nyari penginapan trus mandi, swegeeerrr. Tapi hasrat itu mesti dipending dulu karena harus booking tiket untuk balik ke Semarang. Hampir sejam buat nganti tiket, ampunnnn dah lama banget padahal ada 2 loket. Kalau bisa pesan online mah pesen online tapi sayang ga bisa. Setelah urusan tiket selesai langsung cus nunggu si Mas yang mau drop motor yang kami sewa. Kami sewa motor di Gagebro Rent (untuk sewa motor di Gagebro Rent, nanti akan ada postingannya tersendiri). Urusan administrasi sewa motor beres cus nyari hotel yang dekat dengan Stasiun. Kami nginap di Hotel Trihadhi (review hotelnya akan ada postingan tersendiri juga ya).
Mandi sudah, ibadah pun sudah, lanjut jalan. Namun alangkah lebih baiknya kita say hello to cacing-cacing dalam perut karena baru pagi aja mereka dikasih makan. Akhirnya, kami berkeliling cari bakso solo yang terkenal. Berbekal google map kami nyari bakso Pak Ruk, ketemu,warungnya tutup. Lanjut ke Bakso Lestari, tutup juga. Next, bakso Alex and closed. Aah mungkin karena Idul Adha jadi aja pada tutup. Akhirnya kami cuma keliling dan berakhir di taman Sriwedari menikmati sore sambil ngobrol asyiikkk, nanya-nanya dengan amang parkir disitu, memperhatikan orang-orang yang sedang bercengrama dan berphoto, of course kami juga ga ketinggalan jepret sana sini sampai Magrib tiba. Setelah Azan Magrib berkumandang, kami merapat ke Mesjid Agung Keraton Surakarta yang terletak dikawasan Keraton. Mesjidnya unik khas keraton.
Taman Sriwedari
(gambar diambil dari HP teman)
Patung Rama-Shinta di depan Pendopo Taman Sriwedari
Jalanan di depan Taman Sriwedari
Mesjid Agung Keraton Surakarta
Selesai sholat kami langsung cus cari makan karena sudah tak tahan cuawing-cuawing dalam perut sudah meronta-ronta pengen makan. Kami masuk ke kawasan wisata kuliner di Solo. Namanya Galabo atau Gladag Langen Bogan terletak di jalan Mayor Sunaryo atau berada di ujung timur Jalan Slamet Riyadi. Pas masuk kawasan tersebut kami disambut oleh sekelompok musisi yang sudah tidak muda lagi yang menyajikan lagu-lagu lawas, sampai-sampai saya ikut berdendang, karena saya memang suka dengan lagu lawas. Warung makannya berjajar disepanjang trotoar, kursi-kursi tempat para tamu berada ditengahnya. Diujung kawasannya juga ternyata ada sekelompok musisi lagi, cuma ini dengan alat musik yang lebih modern. Ketika jalan dengan teman memang paling rempong kalau milih makanan. Diskusi dulu, hahaha...
Ok, pilihan jatuh pada sate kambing khas Solo yaitu sate buntel yang cuma 2 tusuk itu harganya sampe 40rb-an, hahaha jebol dah dompet bray. Dan teman saya pesan tempe bacem dengan harga 28rb isi 10 pcs. Kami ketama karena sedih. Keperut ga seberapa kenyang tapi menusuk kedalam dompet. Maklum lah kami ini bukan orang yang berdompet tebal. Hahahaha.... Selesai makan bukannya semangat kami malah lemas, asli...sehingga kami langsung balik saja ke hotel, istirahat.
Kawasan Kuliner Galabo, Solo
(berhubung ga sempat photo, photo ini ngambil dari google)

2nd Day in Solo
Mengawali hari kedua di Kota Solo, kami putuskan untuk pergi ke Pasar Klewer. Pasar Klewer ini seperti Pasar Bringharjo-nya Djogja. Namun, kalau menurut saya lebih modern sih, parkirannya luas banget, hahaha. Karena masih pagi, kurang dari jam 9. Tokonya pun masih pada sepi. Jadi akhirnya, kami berjalan keluar saja menuju pasar Klewer yang tradisionalnya sambil nyari sarapan.
Di gang-gang antara toko-toko yang menjual batik, disitu kami temukan gerobak yang jualan nasi kucing. Saya ambil nasi oreg satu bungkus, cukup besar untuk ukuran nasi kucing pada umumnya, rasanya kurang panatas dibilang nasi kucing mungkin nasi harimau lebih pas, hahahaha , lauknya saya ambil telor, 2 goreng tempe dan segelas teh manis anget. Nikmat banget walau makan sesederhana itu sambil duduk di emperan toko yang masih tutup. Setelah selesai makan, saya ambil juga risol. Setelah itu baru minta ibunya untuk menghitung dan si Ibu bilang makanan yang saya makan seharga Rp. 8000 saja. Sebelum membayar saya dan teman saling lirik dan tersenyum terlebih dahulu. Ini murahnya pake banget (maklum semalem tekor makan di Galabo) dan perut kenyang plus dompet tak perlu menangis, hahaha.
Lanjut jalan naik motor ke Keraton Surakarta. Sebenernya tak terlalu jauh menuju Kerato Surakarta dari Pasar Klewer, wong satu kawasan kok. Tapi waktu itu macet banget jadi lumayan memakan waktu sekitar 15 menitan, asilinya 5 menit juga sampe nya pake motor mah. Nyampe parkiran keraton, rupanya lagi ada kegiatan. Tapi entah kegiatan apa itu. Dari parkiran kami jalan lagi menuju museum keraton yang tiket masuknya Rp. 10.000. Kami tak lama disini. Kesan saya selama keliling museum, koleksinya ga terlalu banyak dan kurang terawat. Mungkin karena sedang ada dalam renovasi kali ya. Sebelum memutuskan untuk cabut, kami duduk-duduk dulu dikursi yang ada. Trus kami perhatiin ada pintu menuju Keratonnya tapi bagi mereka yang tidak memakai sepatu harus buka alas kaki Mau masuk sih tapi saya pake sendal *FYI saya lebih senang pake sendal sih kalau kemana-mana ribet aja kalau bersepatu, hihihi...So, jadi kami langsung keluar aja deh.
Tiket MAsuk Museum Keraton Surakarta
Photo bareng dengan patung keluarga kesultanan Surakarta
karena saya bagian dari putri Surakarta a.k.a putri Solo, hahaha
Setelah dari Keraton kami lanjut mengisi perut kembali, hehehe…*perut mulu yang dipikirin ya. Menuntaskan hasrat ngebaso yang kemarin sempat tertunda, kami pergi ke baso Pak Ruk. Dan Alhamdulillah buka warung baksonya. Baksonya kecil-kecil tapi kerasa banget daging sapinya, enak…. ga hitung ada berapa basonya, seperti biasa langsung santap tanpa moto terlebih dahulu, hahaha… yang terasa aneh mungkin cuma sendoknya aja. Disana dikasihnya sendok yang seperti di film-film China gitu lho kaya mau makan es campur aja dan tanpa dikasih garpu. Harganya saya lupa, soalnya yang banyar travelmate saya *sekali-kali dia lah yang bayar, biar saya ga tekor, hahaha… o ya untuk alamat warung bakso Pak Ruk, silakan lihat digambar yang saya ambil. Habis dari Pak Ruk, lanjut kami cari sorabi khas solo yang terkenal iku lho sorabi Notosuman. Serabi solo juga saya tak sempat photo eeh, udah pada tau lah ya, beda dengan sorabinya orang Sunda. Saya beli satu box yang terdiri dari 5 serabi yang original dan 5 serabi rasa coklat (cuma dua varian saja kok) harga Rp. 24.000, kalau beli satuan Rp. 2.500. O ya sorabi Notosuman ini berupa toko yang menjual oleh-oleh khas Solo lainnya. Jadi ketika kita mau beli sorabi, kita harus pesan dulu. Nah, sobat juga bisa lihat dapurnya yang berada dipinggir toko dan bisa juga menyaksikan bagaimana proses pembuatannya.
Bakso Pak Ruk yang berlokasi di Jl. Jamsaren No. 20
Dapur Serabi Notosuman  berlokasi di Jl Mohammad Yamin No 28
Setelah selesai beli sorabi dan istirahat sejenak. Kami langsung tancap cas ke .... hayooo kemana??? Agak keluar dari Kota Solo a.k.a Surakarta sih. Penasaran?! Baca kelanjutannya di Part III

Baca juga trip saya dan travelmate selama di Semarang-Solo Part I (klik disini)

Kamis, 07 September 2017

Trip Semarang-Solo saat Idul Adha (Part I)

Sebelum melangkahkan kaki ke Kota Solo

Long week end kali ini atau bertepatan libur Idul Adha 1438 H, saya habiskan waktu di kota Solo yang katanya Spirit of Java. Entah kenapa Solo mempunyai julukan kota tersebut, asli saya belum menemukan jawabanya. Sebetulnya, sebelum memutuskan untuk berkunjung ke Kota Solo ada sebuah konflik yang melatar belakanginya. Nanti saya akan ceritakan pada paragraf berikutnya.
Well, seperti yang saya ceritakan pada tulisan sebelumnya, eh lupa belum publish, hahaha... masih setia jadi draf aja. Nah, Solo itu menjadi salah satu wish list saya untuk dikunjungi. Setelah liburan sebelumnya gagal untuk berkunjung ke Solo akhirnya sekarang kesampean juga, hehehe.... Then, mengenai konflik yang melatarbelakangi saya pergi ke Solo adalah hmmmm....cerita ga ya, hihihi... cerita aja lah ya, maaf ya cerita sedikit. Jadi awalnya saya lagi chat via WhatsApp dengan seorang kawan membicarakan tentang liburan. Saya awalnya ngajak ke Way Kambas, Lampung. Namun, karena suatu hal malah jadinya kita plan holiday ke Karimunjawa atas usulannya, lalu saya mengiyakan. Segala hal sudah dipersiapkan mulai tiket KA, booking homestay, booking Kapal, done. Tinggal nunggu berangkat. Then, the tragedy came #lebay 😄 seminggu sebelum keberangkatan pihak dari Kapal Kartini (kapal yang kita booking) mengabari kalau keberangkatan tanggal 1-3 September dibatalkan 😢 langsung saja saya hubungi pihak lain yaitu dari Bahari Express namun tiket sudah full booked, aah 😠 jelas saja long weekend maaaa..... singkat cerita saya tetap melakukan trip dan changed destination yaitu Solo city dan teman saya batal. Ga usah diceritakan disini kenapa teman saya batal pergi, biar saya dan dia saja yang tau.
Saya pergi ke Solo via Semarang karena kan udah booking tiket KA yang awalnya mau ke Karimunjawa itu, lalu ke Solonya lanjut menggunakan kereta lokal. Sampai di Semarang pukul 06.15 pagi, dari Cirebon Prujakan pukul 02.30 dini hari, saya dan seorang teman (teman yang beda dengan yang saya ceritakan sebelumnya) langsung beli tiket kereta lokal tersebut karena takut kehabisan namanya kereta Kalijaga dengan harga 10 rebu saja, murah ya  dan memakan waktu sekitar 2 jam 44 menit sampai Solo. Untuk jadwalnya sobat bisa lihat dibawah ya! O ya untuk tiketnya hanya bisa dibeli dan dipesan (bisa dipesan H-7) di stasiun yang bersangkutan, jadi ga bisa beli online atau misalkan sobat mau belinya di Stasiun Gambir, ga bisa harus di stasiun yang memberangkatkan kereta Kalijaga tersebut.
Tiket KA lokal Kalijaga Semarang Poncol - Solo Balapan

Jadwal Kereta Lokal Semarang-Solo

Jadwal Kereta Api Kalijaga
Karena hari itu bertepatan dengan 10 Dzulhijah atau Idul Adha maka kami berdua mencari mesjid terdekat untuk melaksanakan Sholat Eid terlebih dahulu. Dari Gate Keluar Stasiun Poncol, kami berjalan ke arah kiri sekitar 200 meter disana ada Mesjid An-Nur (agak masuk ke gang dikit). Aah begini lah rasanya Sholat Eid dalam keadaan safar, saya bicara kepada diri sendiri. Setelah selesai Sholat Eid, karena masih ada waktu, kami berdua isi perut dahulu di warung depan Stasiun.
Guys, sampai disini dulu ceritanya nanti kita lanjut perjalanan di Kota Solonya pada Part II (klik disini), Part III (klik disini). Maaf ya kalau bahasanya agak membosankan 😉

Senin, 19 Desember 2016

Penginapan Murah di Poerwokerto (Hotel Erlangga 2)

Ke Purwokerto bukan untuk jalan-jalan sih. Waktu itu menghadiri pernikahan teman satu rumah ketika di Malaysia, sekitar 2 tahun yang lalu kalau tak salah *berarti betul :-P
Ceritanya dari Cirebon ke Purwokerto naik kereta. Nyampe Purwokerto udah sore banget dan udah ga ada kendaraan yang menuju terminal Purwokerto. Saya harus menuju terminal Purwokerto dulu untuk menuju Cilacap karena teman saya itu tinggal di daerah Kroya, Cilacap. Akhirnya saya naik ojek menuju terminal, kalau ga salah bayar 20rb. Dan setelah di terminal, mini bus menuju Cilacap juga sudah tidak ada, olala..... akhirnya saya nanya ke tukang counter pulsa penginapan sekitar situ. Dan sialnya, tuh si Mas pulsa kagak tahu dan dia malah nanya tukang ojeg. Huhuhu...dalam hati saya nanya ke dirimu tuh Mas biar ga nanya ke tukang ojeg, saya takut ditipu. Ntar yang dekat dibilang jauh. Awalnya si mamang ojeg nanyain tujuan kemana, beliau nawarin buat ngojek ke rumah teman dengan tarif 60rb, wowowow... ogah dah mending saya nyari penginapan aja, biar istirahat dulu. Trus dia nyarinin buat nginap di Hotel sekitar terminal. Yowis oke deh, pertama saya tanya dulu tarif ojeknya, dia bilang 20rb. Ya saya tawar 10rb aja, dia mau. And you know what, sodara-sodara?! Setelah sampe Hotel ternyata tempatnya ga jauh-jauh amat *feeling aku bener kan, sekitar 500 meter mah ada lah. Tau gitu, jalan aja cing... 2 KM aja saya mah jalan apalagi ini dalam hitungan meter. Pantes ditawar 10rb mau. Rugi bandar lah saya, huhuhu....
Hotel Erlangga 2, Poerwokerto
Pintu masuk Hotel Erlangga 2, Poerwokerto
Meja Receptionist Hotel Erlangga 2, Poerwokerto
Di meja receptionist, tamu diperlihatkan dulu dengan tipe kamar dan harga yang dimiliki oleh Hotel Erlangga 2 ini. Awalnya saya milih kamar yang paling murah saja, yang 45rb. Kemudian setelah saya menyerahkan KTP, saya diantar oleh petugasnya menuju kamar. Oh no, kamar ke 2 paling ujung, gagang pintunya sobat, udah rusak. Pas lihat ke dalam kotor ih kamarnya, double single bed (yang bener yang mana, double atau single, hahaha...), ada kipas tapi rusak ga bisa muter. Ga ada TV, sepi, malam jum'at, hororrrrrr...........
Akhirnya setelah sholat magrib, saya balik lagi ke receptionist untuk ganti kamar yang ada TVnya dengan tambah 20rb. Rapopo lah nambah 20rb, daripada horor. Sepanjang malam TVnya nyala, buat teman saya tidur. Tidurpun saya alasin dengan hijab saya, atuh da kotor sprei dan sarung bantalnya. Sholat juga saya mah diatas kasur. Lantainya benar-benar kotor, kayanya ga pernah di pel atau jangan-jangan ga pernah dihuni lagi....hiiiiiiii....... kamar mandi?! jangan ditanya dah....
Salah satu kamar Hotel Erlangga 2, tarif Rp. 65.000 (yang saya tempati)
Salah satu kamar Hotel Erlangga 2, tarif Rp. 65.000 (yang saya tempati)
Keadaan kamar mandi
Free Breakfast
Hotel Erlangga 2
Pas pagi-pagi mau check-out diluar udah ada donat, aahh lumayan free breakfast walau hanya donat dan teh manis, Alhamdulillah. Donatnya saya bawa aja buat di perjalanan, maklum masih status mahasiswa. hehehe......
O ya kalau sobat kemalaman di sekitar terminal Purwkerto, ya boleh lah nginep di hotel Erlangga 2 ini. Kalau sobat ga mau menempati kamar yang seperti saya, tinggal pilih aja tipe kamar lainnya yang lebih bagus, tapi ya lebih mahal. Banyak kok kamarnya. Jenis hotel ini ga bertingkat tapi kaya rumah-rumah gitu. Apa ya namanya, kurang paham lah itu saya. Alamatnya, terminal Purwokerto tinggal jalan aja ke arah pintu keluar bus-bus kok, samping kirinya.

*photo diambil ketika hendak check-out

Minggu, 18 Desember 2016

Contoh CV (Daftar Riwayat Hidup) untuk Melamar Pekerjaan

Tips menulis CV (Curriculum Vitae) Pekerjaan

Assalamu'alaikum,
Hi, sobat kali ini saya mau share bagaiman menulis CV atau Daftar Riwayat Hidup yang benar dan menarik, hahaha sok iye banget nih saya #menulisCVyangbenar, ya iya lah udah expert ya menulis CV jadi pengacara (penganguran banyak acara) udah setahun lebih sih 😫

Jadi begini sobat, saya dapat tips menulis CV yang benar dan menarik itu ketika interview di sebuah perusahaan retail asal Korea, Lotte Mart, tau dong ya?! langsung sama si bapak Manager HRDnya. Seperti yang saya bilang sebelumnya saya belum dapat pekerjaan sudah setahun lebih. Bukannya saya tidak mencari pekerjaan, saya sudah melamar kesana kemari *kapangilirandilamar?, test dan interview pun sudah berpuluh kali. Alhamdulillah, sekarang udah keterima kerja di sebuah perusahaan travel, minggu depan mulai kerja. Well, balik ke tips menulis CV. Kata si bapak (interview terasyik, kaya ngobrol biasa) kalau bikin CV buat semenarik mungkin, apalagi kalau bisa grafis sobat praktekin disitu. Biasalah, ada identitas, background pendidikan formal atau non formal, pengalaman kerja (kalau sobat fresh graduate, isi aja dengan praktek kerja lapangan yang pernah sobat laksanakan), organisasi (kalau sobat sangat aktif di organisasi jangan semuanya ditulis, max 5 aja), lalu skill yang dimiliki seperti penggunaan komputer atau kemampuan bahasa asing. Bagian skill tuh paling penting karena si pewawancara akan melihat kelebihan-kelebihan yang kita miliki sebagai calon karyawan di perusahaan mereka. Meraka akan memilih yang terbaik dari yang terbaik kan?! Sebagai tambahan sobat bisa tambahkan hobi sobat. Nah, terakhir jangan lupa cantumin kontak yang bisa dihubungi seperti no. telepon, e-mail dan alamat. Sebagai pelengkap saya tambahin motto hidup biar tambah kece, hehehehe.... Untuk penulisan pendidikan, pengalaman pekerjaan atau organisasi, penulisannya dari yang terbaru dulu ya. Misal untuk pendidikan, dari kuliah dulu, baru SMA, SMP kemudian SD. Begitu pula dengan pengalaman pekerjaan, dari yang paling terakhir. Itu semua biar memudahkan si pembaca, karena yang paling dulu dilihat adalah yang paling terbaru. O ya untuk photo, pasang photo formal ya sobat jangan photo alay, hehehe...

Sobat bisa lihat contoh CV punya saya (maaf ya, sengaja saya kosongkan identitas dll) dalam versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, maaf ya kalau resolusi gambarnya kurang jelas, di bawah saya akan cantumkan format penulisannya biar sobat bisa copy-paste.

CV dalam bahasa Inggris
CV dalam bahasa Indonesia

Format CV dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris


CURICULUM VITAE

DATA PRIBADI
Nama :
Tempat, tanggal lahir :
Jenis Kelamin            :
Kewarganegaraan      :
Agama :
Status :
Alamat :
Telp. :
e-mail :
PENDIDIKAN
tuhun : nama universitas
tahun : nama sekolah menengah
tahun : nama sekolah menegah pertama
tahun : nama sekolah dasar
tahun : nama pendidikan kanak-kanak
ORGANISASI
tahun : sebagai xxx nama organisasi
tahun : sebgai xxx nama organisasi
PENGALAMAN KERJA
tahun : sebagai xxx di perusahaan xxx
tahun : sebagai xxx di perusahaan xxx
KEMAMPUAN
Bahasa Asing :
Komputer Aplikasi :
HOBI
xxx
xxx

*untuk versi bahasa Inggris silakan sobat lihat aja pada gambar yang saya upload di atas ya. Semoga bermanfaat. Semoga yang sedang mencari pekerjaan segera dapat pekerjaan, Terus semangat dan jangan lupa berdoa. Tuhan pasti mendengar doa-doa kita dan pasti Ia akan mengabulkannya, tinggal tunggu waktu terbaik datang. Semua indah pada waktunya.

 CV/Daftar Riwayat Hidup versi Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia

Kamis, 19 Mei 2016

Puisi dalam rintik hujan

Rintik hujan dipagi Jum'at ini
membuat hati semakin gelisah
Apakah engkau akan menjadi milikku?
sementara jarak yang semakin memisahkan kita
Jauh dari saling sapa
Jauh dari saling tegur
Namun, dihatiku kasih,
aku semakin merindukanmu

Kau percaya,
saat hujan turun adalah salah satu masa
dimana doa kita dikabulkan Tuhan
Dan saat itu,
aku selalu menitipkan rinduku padaNya
agar Ia menyampaikan rinduku itu melalui rintikan hujan
yang kau lihat dan rasakan di tempatmu berdiri
Dan saat itu juga,
aku selalu memintaNya menjagamu
memberi kesehatan dan kebahagian terhadapmu

Kasih, ku harap bila datang waktu yang tepat itu
kau akan kembali
menyadari betapa rasa yang kumiliki begitu besar
Dan Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi kita
dalam satu ikatan halalNya


Sumedang, 15 April 2016
AK

Sabtu, 07 November 2015

Penginapan Murah di Bandung, pas buat para backpacker cewek

Assalamu'alakum......
Hallooo..... lama sekali tak menengok blogku ini, maklum guys sibuk abis skripsian (padahal males). Well, well, well... kali ini aku pengen share penginapan murah di Bandung. Secara beberapa hari yang lalu aku baru dari Kota Kembang itu. Dan karena teman-teman aku ga pada bisa dijadikan tempat untuk nebeng akhirnya cari penginapan deh (sedihnya).
Awalnya aku browsing-browsing dulu sih (udah ada juga sih dilist penginapan murah dibuku traveling eike cin) biar lebih pasti aja. Yang menjadi pertimbanganku ada dua antara Dago Inn atau kosan per hari yang berada di Jl. Bagusrangin. Kenapa aku milih diantara dua itu? karena eh karena disana penginapan khusu putri, biar nyaman dan aman aja kalau khsus ladies. Hasil data yang aku dapat belum pada di update jadi data tarif yang aku dapat masih tarif lama jadi aku menjatuhkan pilihan pada kosan perhari, waktu itu tarifnya masih Rp. 50.000/night sedangkan Dago Inn Rp. 75.000/night (entah data yang aku dapat tahun berapa ya). Ok, aku langsung telepon pemiliknya, Ibu Vega namanya. Beliau menjelaskan bahwa tarif sekarang Rp. 75.000/night. Olala.... sudah naik rupanya, mau gimana lagi?! Ga enak juga mau ngebatalin. Fix, aku nginep disini. O ya, aku nginep disini tanggal 01 November 2015.
Ini dia, kosan per hari itu....
Ga ada namanya kosan apa. Cuma tertulis "Kosan Putri" Bagusrangin 17B
Well, how to go there?! Nah... aku dapat petunjuknya dari blog orang (check aje blok si kakanya pada link yang aku kasih ini ya, click here), terima kasih kakak petunjuknya detail banget, aku jadi ga nyasar.
Aku jelasin lagi disini ya how to go there. Aku gunakan arah dari Terminal Cicaheum (karena aku berangkat dari sini). Dari Terminal Cicaheum naek angkot jurusan Dago – Gede Bage, yang warna pink (untuk info angkot jurusan lain, click disini) trus turun di taman dago. Dari taman Dago tinggal nyebrang aja. Then, belok kiri memasuki jalan Dipati Ukur, lurussssssssss aja sampai sobat menemukan Toko Rabbani (sebenernya gang sebelum toko juga ada, aku menemukanya pas mau pulang tapi aku lupa patokannya. Jadi biar lebih gampang, patokannya toko Rabbani aja). Nah, dari sisi kiri toko Rabbani kan ada jalan, nah masuk kejalan situ trus belok kanan lurusssss lagi sampai sobat menemukan rumah 17B yang berada disisi kiri. Rumah 17 tuh ada dua, A dan B, kosan putri ini ada di 17B, kecil banget gerbangnya sampe rada was-was takut salah tapi aku sms dulu penjaga kostnya untuk memastikan. Kosan ini selain menyediakan harian juga ada yang bulanannya. Kalau harian ada di lantai bawah, kalau yang bulanan ada di lantai atas. 

Setiap tempat pasti punya peraturan
Ketentuan Kost Harian
Kosan Bagusrangin 17B ini, fasilitasnya oke punya. Kamarnya lumayan lah buat ukuran 1-2 orang, 3 orang lagi juga cukup kali ya. Disitu sudah tersedia seperangkat alat tidur (tempat tidur 'single bad', bantal, guling, selimut plus sepray yang harum, baru dicuci sepertinya), selain itu ada juga lemari, cermin, meja, karpet jadi kalau yang 2-3 orang yang lainnya bisa tidur di karpet deh, kasian.... O ya bagi sobat yang butuh beberapa sambungan listrik, disediakan terminal dalam kamarnya kok. Kalau kamar mandi, sharing yaaa.... bersih kok.... 
O ya, disini ada jam malamnya ya yaitu jam 22.00 tapi kalau sobat mau pulang lebih dari jam segitu sebelum pergi bilang-bilang dulu sama penjaganya nanti pas pulang gerbangnya dibukain.
Fasilitas yang ada pada kosan harian di Jl. Bagusrangin 17B
Fasilitas yang ada pada kosan harian di Jl. Bagusrangin 17B
Kosan Putri Jalan Bagusrangin 17B, Bandung
Buat ladies yang mau ke Bandung dan lagi pusing cari penginapan yang murah, nginep di kosan putri Bagusrangin 17B aja. Nyaman dan bersih.
Contact Person:
0815 8588 0304 (Ibu Vega, pemilik)
0857 2005 7419 (Ibu Wiwin, penjaga kosan)
Alamat: Jl Bagusrangin No 17B (depan Taman Bagusrangin, Kafe Kebon, dan Salon Hetty)


Penginapan selanjutnya adalah Penginapan Daarul Muthmainnah yang berada kawasan Pesantren Daarul Tauhid (DT), itu lho pesantennya Aa Gym. Aku kesini itu tahun 2014 bareng teman-teman kampus. Waktu itu kan ada perlu tuh, mau ketemuan sama dosen yang sedang melanjutkan S2-nya di UPI dan beliau kost di kawasan DT ini. Nah, sama beliau ini kami bareng-bareng cari penginapan ini. Kalau nebeng sama beliau ga mungkin, dosky ada anak sama ibunya sedangkan kita bertujuh, kasian nanti anaknya. 
Gate masuk kawasan Pesantren Daarul Tauhid (DT)
Di gate inilah aku dan temanku, Ika, berpapasan dengan Teh Ninih. Kita langusng salaman sama Beliau :-)
Penginapan Daarul Muthmainnah
Penginapan ini terletak di dalam kawasan DT. Kenapa kami tidak memilih penginapan yang terletak diluar DT, setelah kami datangi tarifnya lebih mehong cin. Banyak binggo penginapan di daerah sini baik itu yang berada di dalam ataupun luar DT. Sebenernya, ada juga masjid yang percis di depan gate masuk DT yang bisa dijadikan tempat nginap gratisss tisss tisss tisss (stttt...ini rahasia lho, ini hasil obrolan temanku dan penjaga masjidnya) tapi sobat harus kesitunya malem ya setelah aga sepi karena sebenernya ga boleh. Kalau aku sama keempat yang lainya mau aja sih tapi ada 2 teman kami itu yang anak rumahan banget, so kami yang personilnya lebih banyak ngalah kepada dua orang putri ini, ckckck.....
So, how to go there? Sobat masuk dulu ya ke kawas DTnya trussss aja jalan sampe menemukan belokan. Then, belok kiri nanti juga ada namanya "Penginapan Daarul Muthmainnah". Tarif disini mulai dari Rp. 110.000/night, kalau untuk rombongan mulai dari Rp. 50.000/night ini data tahun 2014 ya guys kurang tau sekarang udah naik atau belum. Nah, kalau kami kena tarif Rp. 150.000/night, kami nginap dua malam jadi Rp. 300.000 deh. Harga segitu hasil tawar menawar dosen kami dengan orang yang disitu, thanks Mrs. Vanny. Harusnya kan kami kena tarif Rp. 200.000/night, tujuh orang belum dikategorikan rombongan ya. Penginapan Daarul Muthmainnah bebas bisa ikhwan ataupun akhwat, kamar mandi sharing ya. 
Fasilitas?! Seperti biasa seperangkat alat tidur sudah tersedia without guling ya. Berhubung kita bertujuh orang jadi 3 orang tidur diatas dan 4 orang tidur dibawah. Utungnya ada kasur tambahan jadi yang dibawah ga geleporan, kalau eike kan diatas, hahaha...
Kamar Penginapan Daarul Muthmainnah
Penginapan Daarul Muthmainnah
Oke, untuk sobat yang mau nginap disini, dibawah aku cantumkan alamat dan no. telepon yang bisa dihubungi ya.
Alamat: Jl. Gegerkalong Girang No.67 Komplek Taman Setiabudhi Kav. 24, Bandung 40154
Telp.: (022) 2003228, 2014374
Check in pukul 13.30 WIB dan Check out pukul 11.00 WIB

Dua aja ya penginapan yang bisa aku rekomendasikan ke sobat-sobat sekalian. Karena cuma 2 penginapan itu saja yang pernah saya inapi, selebihnya nebeng dikosan teman, heee.....

Surat Resign Kerja dalam Beberapa Bahasa (Bahasa Melayu, Malaysia, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris)

Hey... (hey tayo...) :-D Well, kali ini saya akan share mengenai contoh surat resign atau surat pengunduran diri dari pekerjaan. Karena say...